Ruthob Libya adalah kurma matang dan segar dengan rasa manis seperti buah sawo, memiliki tekstur basah dan cruncky. Dipercaya untuk mengobati kesuburan khususnya bagi yang ingin promil, menguatkan kandungan, melancarkan persalinan, melancarkan ASI, menambah daya tahan tubuh.

Kurma merupakan salah satu buah yang sangat lekat dengan kehidupan umat Islam, khususnya dalam momen ibadah seperti Ramadan, haji, dan umroh. Namun, dari sekian banyak jenis kurma yang beredar di pasaran, Kurma Ruthob masih tergolong jarang dikenal oleh masyarakat luas. Padahal, kurma jenis ini memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari segi rasa, tekstur, maupun kandungan nutrisinya.
Di Indonesia, sebagian besar orang hanya mengenal kurma kering seperti Ajwa, Medjool, Tunis, atau Sukari. Sementara itu, Kurma Ruthob sering kali luput dari perhatian karena sifatnya yang basah dan tidak selalu tersedia sepanjang tahun. Artikel ini akan mengupas secara lengkap tentang Kurma Ruthob, mulai dari pengertian, keunggulan, manfaat kesehatan, hingga alasan mengapa kurma ini sangat istimewa dan layak untuk dikenal lebih luas.
Sebagai website alabsyar.com yang fokus pada perlengkapan serta oleh-oleh haji dan umroh, pemahaman tentang Kurma Ruthob menjadi nilai tambah bagi jamaah maupun keluarga yang ingin membawa pulang oleh-oleh bernilai gizi tinggi dan sarat makna.
Kurma Ruthob adalah kurma yang berada pada fase kematangan ruthab, yaitu tahap sebelum kurma menjadi kering (tamr). Dalam proses pertumbuhannya, buah kurma mengalami beberapa fase utama, yaitu kimri (mentah), khalal (setengah matang), ruthab (matang basah), dan tamr (matang kering).
Pada fase ruthab, kurma memiliki ciri khas berupa:
Inilah yang membuat Kurma Ruthob berbeda dari kurma kering yang umum dijumpai di pasaran.
Kurma Ruthob umumnya berasal dari wilayah Timur Tengah, terutama:
Di daerah asalnya, Kurma Ruthob sangat mudah ditemukan saat musim panen tiba. Bahkan, masyarakat setempat sering mengonsumsinya langsung dari pohon atau dalam kondisi sangat segar. Namun, karena sifatnya yang basah dan tidak tahan lama, Kurma Ruthob jarang diekspor dalam jumlah besar ke negara lain.
Hal inilah yang menjadikan Kurma Ruthob sebagai kurma "langka" di Indonesia, sekaligus meningkatkan nilai eksklusifnya.
Banyak orang mengira semua kurma itu sama. Padahal, Kurma Ruthob dan kurma kering memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Kurma Ruthob bertekstur lembut, basah, dan mudah hancur di mulut. Sementara kurma kering lebih padat dan kenyal.
Kurma Ruthob mengandung air yang lebih tinggi, sehingga terasa lebih segar. Kurma kering telah mengalami proses pengeringan alami.
Rasa manis Kurma Ruthob cenderung ringan dan alami, tidak terlalu pekat. Kurma kering biasanya memiliki rasa manis yang lebih kuat.
Kurma kering bisa disimpan berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun. Kurma Ruthob memiliki masa simpan lebih singkat dan membutuhkan penyimpanan khusus.
Kurma Ruthob dikenal sebagai kurma basah yang kaya nutrisi. Kandungan gizinya sangat bermanfaat bagi tubuh, terutama untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan.
Beberapa nutrisi penting dalam Kurma Ruthob antara lain:
Karena dikonsumsi dalam kondisi segar, sebagian nutrisi Kurma Ruthob masih terjaga dengan baik.
Kurma Ruthob sangat cocok dikonsumsi saat tubuh membutuhkan energi cepat, seperti setelah beraktivitas berat atau saat berbuka puasa.
Kandungan serat alaminya membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
Kalium dalam Kurma Ruthob berperan penting dalam menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.
Kurma Ruthob sering dikonsumsi oleh jamaah haji dan umroh karena membantu memulihkan stamina setelah ibadah yang melelahkan.
Kurma basah dipercaya membantu menjaga energi ibu hamil dan mendukung kebutuhan nutrisi harian secara alami.
Kurma memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW disebutkan menyukai kurma, terutama kurma yang masih segar.
Kurma Ruthob sering dikaitkan dengan sunnah Nabi karena:
Tidak heran jika banyak jamaah haji dan umroh mencari Kurma Ruthob sebagai bagian dari oleh-oleh bernilai sunnah.
Ada beberapa alasan mengapa Kurma Ruthob belum sepopuler kurma kering:
Padahal, jika dikenal lebih luas, Kurma Ruthob berpotensi menjadi salah satu kurma favorit di Indonesia.
Agar kualitas Kurma Ruthob tetap terjaga, berikut beberapa tips penyimpanan:
Dengan penyimpanan yang tepat, Kurma Ruthob bisa dinikmati lebih lama tanpa mengurangi kualitas rasa dan nutrisinya.
Bagi jamaah haji dan umroh, membawa oleh-oleh adalah tradisi yang sangat melekat. Kurma Ruthob bisa menjadi pilihan oleh-oleh yang berbeda dan berkesan.
Keunggulan Kurma Ruthob sebagai oleh-oleh:
Website alabsyar.com hadir untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang ingin mendapatkan produk berkualitas, baik perlengkapan ibadah maupun oleh-oleh istimewa.
Kurma Ajwa terkenal sebagai kurma Nabi, sedangkan Kurma Ruthob unggul dalam kesegaran.
Kurma Ajwa:
Kurma Ruthob:
Keduanya sama-sama memiliki keistimewaan tersendiri.
Kurma Ruthob cocok dikonsumsi oleh:
Teksturnya yang lembut juga ramah bagi orang yang memiliki masalah gigi.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan makanan sunnah, Kurma Ruthob memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia.
Edukasi yang tepat dan distribusi yang baik akan membuat Kurma Ruthob semakin dikenal dan diminati.
Kurma Ruthob dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, dikonsumsi sebagai:
Kandungan gulanya alami dan tidak berlebihan.
Kurma Ruthob adalah kurma basah yang penuh nutrisi dan memiliki banyak keunggulan dibandingkan kurma kering. Sayangnya, kurma ini masih jarang diketahui oleh banyak orang di Indonesia.
Dengan rasa yang segar, tekstur lembut, serta kandungan gizi yang melimpah, Kurma Ruthob layak menjadi pilihan utama bagi siapa saja yang peduli akan kesehatan dan nilai sunnah.
Sebagai website yang menyediakan perlengkapan serta oleh-oleh haji dan umroh, alabsyar.com berkomitmen menghadirkan informasi dan produk terbaik untuk jamaah dan keluarga di tanah air. Semoga artikel ini menambah wawasan dan menjadi referensi bermanfaat bagi Anda yang ingin mengenal Kurma Ruthob lebih dekat.